Kamis, 24 Desember 2015

Arti Pemasaran Global

Definisi Pemasaran Global


Pemasaran global adalah pemasaran berkala seluas dunia. Peluang pasar selalu terbuka bagi semua pelaku usaha, tak terkecuali di pasar ekspor. Yang penting mesti kreatif dan mau berinovasi dalam mengembangkan pasar.Pelaku bisnis yang tangguh tentu tak mudah ditenggelamkan oleh setiap perubahan tantangan bisnis meski tantangan yang datang semakin berat. Bagi para pebisnis sejati, kesulitan justru menjadi cambuk yang melecut semangat untuk memecahkannya sehingga usaha dapat semakin berkembang dan maju. Karakter semacam itu tampaknya juga melekat pada sederet pengelola perusahaan di Indonesia yang juga terlihat dari kinerja perusahaan yang dikelola yang hasilnya memang super.




Latar Belakang Pemasaran Global


Manajemen Pemasaran Global adalah Disiplin ilmu universal dapat diterapkan di mana saja, baik di Amerika atau di Jepang.Kebiasaan pemasaran bervariasi dari satu negara ke negara lain. Konsep Pemasaran : Sekitar tahun 1960 konsep pemasaran strategis, dengan konteks lingkungan eksternal yang lebih luas spt pelanggan, persaingan, kebijakan dan peraturan pemerintah, ekonomi secara luas, dan tekanan ekonomi makro yang membentuk evolusi pasar. Selain itu tujuan pemasaran yang berubah secara drastis, dari laba ke keuntungan bagi pemercaya (stakeholder) Tiga Prinsip Pemasaran1. Nilai Pelanggan dan Persamaan Nilai2. Keunggulan Kompetitif atau Diferensial3. Fokus Pentingnya Pemasaran Global Pemasaran global adalah proses memfokuskan sumber daya dan sasaran dari sebuah perusahaan terhadap peluang pemasaran global.




Sejarah Pemasaran Global


Tahun 1980an menandai dekade pertama saat perusahan domestic seluruh dunia harus mulai berpikir secara global. Waktu dan jarak menyusut dengan cepat sejalan dengan arus komnikasi, transportasi dan finansial lebih cepat. Produk yang hanya dikembangkan pada satu Negara mendapat sambutan yang antusias dari Negara lain.


Beberapa perusahaan telah melakukan pemasaran internasional selama beberapa decade sebagai contoh nestle,shell, bayer, Toshiba dan perusahaan multinasional lainnya dikenal oleh sebagian besar konsumen didunia. Tetapi persaingan global saat ini semakin intensif, perusahaan yang tidak pernah berpikir akan bersaing akan perusahaan lainya dari luar negeri, seketika akan mendapatkan pesaing dari luar negeri didepan mereka


Berita utama surat kabar harian melaporkan kemenanhan jepanh atas produsen Amerika dalam computer elektronik, sepeda motor, mesin foto kopi, kamera dan arloji. Keuntungan impor jepang, jerman, swedia, korea tentang serangan perusahaan perancis Bies terhadap gillerie mengenai keuntunhan dipasar kopi dan permen. Mengenai bagian kerugian sepatu dan tekstil terhadap barang impor dunia ketiga. Nama nama seperti Sony, Honda, nestle, Mercedes benz dan Volkewgwn merupakan kata kata yang terkenal luas banyak perusahaan yang diperkirakan amerika benar-benart perusahaan asing. Perusahaan amerika mengeluh kepada perusahaan asing sedang membeli amerika. Pembelian tanah oreng jepang di hawai, pembelian Roekefeller center oleh jepang. Arab membeli gedung perkantoran Manhatian dan sebuah tawaran dari syah Saudi untuk memebeli Alamo bagi putranya..


Walaupun ada inovasi asing yang dibendung melalui perundang-undangan yang protektif, roteksi dalam jangka panjang hanya meningkatkan biaya hidup melindungai perusahaan domestic yang tidak efisien. Jawaban yang tepat, perusahaan harus belajar bagaimana cara memasuki pasar luar negeri dan meningkatkan daya saing global mereka.


Tiap pemerintah menjalankan program promosi ekspor, yang isinya membujuk perusahaan local untuk mengekspor. Denmark membayar lebih separuh gaji konsultan pemasaran yang membantu perusahaan Denmark kecil dan menengah untuk melaakukan ekspor. Banyak Negara bertindak lebih melakukan subsidi terhadap perusahaan yang mau melakukan ekspor. Sehingga dapat membebankan harga yang lebih rendah daripada pesaing asing.


Semakin lamban perusahaan mengambil langkah ke internasional maka akan semakin besar resiko mereka terhalang kepasar yang bertumbuh di eropa barat, eropa timur dan lainnya. Saat ini Negara anggota pasar bersama eropa membuka hambatan arus barang, jasa, uang dan orang dari mereka ,elakukan deregulasi bisnis. Peluang baru terbuka dinegara bagian eropa timur karena berjuang untuk mengubah perekonomian Negara terpimpin menjadi perekonomian yang digerakkan pasar.


Semua perusahaan harus memusatkan pada pertanyaan-pertanyaan mendasar yaitu kehadiran pasar apa yang seharusnya kita coba di negara kita di benua kita dan secara global? Dimana kita ber\produksi atau memulai produkkita? Apa aliansi strategis yang harus kita bentuk dengan perusahaan lain?


Ironisnya semantara perusahaan harus masuk dan bersaing dipasar luar negeri yang mempunyai resiko tinggi, ada beberapa masalah utama yang menjadi perhatian mereka :



Besarnya hutang luar negeri. Banyak Negara dengan pasar yang menarik telah menimbun hutang luar negeri yang sangat besar sehingga mereka bahkan tidap mampu membayar hutangnya.
Pemerintah tidak stabil. Hutang tingi, inflasi tinggi, pengangguran tinggi dibeberapa Negara telah mengakibatkan pemerintahan yang tidak stabil. Sehingga timbul bagi perusahaan asing resiko pengambilalihan, nasionalisasi batas repatriasi laba dan seterusnya.
Masalah nilai tukar luar negeri. Tingginya hutang dan ketidakseimbangan ekonimi dan politik memaksa mata uang suatu Negara untu nerfluktuasi atau menurun nilai tukarnya. Perusahaan asing ingin pembayaran dengan uang yang nilainya relative tetap, namun dibanyak pasar hal ini tidak tersedia. Investor akan ragu dan membatasi perdagangan.
Persyaratan masuk dan birokrasi pemerintah asing. Pemerintah menetapkan banyak peraturan bagi perusahaan asing seperti mensyaratkan usaha bersama dengan saham mayoritas untuk sekutu domestic, embatasan repatriasi laba, alih teknologi, mempekerjakan orang pribumi.
Tarif dan hambatan perdagangan lainnya. Pemerintah sering mengenakan tarif yang tinggi untuk melindungi industry mereka. Mereka juga berusaha melakukan hambatan perdagangan yang tidak kelihatan seperti memperlambat persetujaun impor, mensyaratkan penesuaian produk yang mahal dan maemperlambat pemeriksaan atau pengeluaran barang yang masuk.
Korupsi. Pejabat dibeberapa Negara harus disuap untuk mendapatkan kerja sama. Mereka manghargai bisnis dengan harga suap yang tertinggi daripada penawaran yang terendah.
Pembajakan teknologi. Perusahaan menempatkan pabriknya diluar negeri kuatir manajer asing belajar bagaimana membuat produknya dan memisahkan diri untuk bersaing secara terbuka atau tersembunyi. Hal ini telah terjadi diberbagai bidang seperti mesin, elektronik, kimia dan farmasi.
Tingginya biaya produk dan adaptasi komunikasi. Perusahaan yang bergerak diluar negeri harus mempelajari tiap pasar asing dan hati-hati menjadi sensitive terhadap perekonomian hokum, poloti dan budayanya serta menyesuaikan produknya dalam berkomunikasi terhadap selera asing.



Orang dapat menyimpulkan bahwa perusahaan akan menemui ajalnya apakah akan tetap dinegaranya atau diluar negeri. Kita berargumen bahwa perusahaan yang menjual diindustri global, tidak memiliki pilihan kecuali menginternasionalisasi operasi mereka.


Industry global adalh industry dimana posisi strategis pesaing dalam pasar geografi utama atau nasional dipengaruhi secara mendasar oleh posisi global mereka secara keseluruhan,


Dengan dmikian suatu perusahaan global adalah perusahaan yang dalam operasinya lebih dari satu Negara, memperoleh keuntungan litbang, produksi logostik, pemasaran dan finansial dalam biaya serta reputasinya yang tidak tersedia bagi pesaing domestic murni.

Perusahaan domestic dalam industry global harus bertindak sebelum jendela luar negeri tertutup bagi mereka. Mengingat perusahaan dari Negara lain menglobal dengan cepat. Hal ini tidak bererti bahwa perusahaan dalam ukuran kecil dan menengah harus beroperasi dilebih selusin Negara agar sukses. Perusahaan ini dapat melakukan pencerukan global seperti yang banyak dilakukan perusahaan skandinavia, Benelux.




Manfaat Pasar Global


Ada 2 manfaat yaitu:



mengambil manfaat dari peluang untuk pertumbuhan dan ekspansi, dan
untuk bertahan hidup.





Orientasi Manajemen :



Etnosentris
Polisentris
Regiosentris
Geosentris





Hal yang mendorong dan menghambat Pemasaran Global


Pemasaran global saat ini dibentuk oleh pengaruh dinamis dari beberapa kekuatan yang mendorong dan yang menghambat.


Hal yang mendorong di antaranya adalah :
- kebutuhan dan keinginan pasar –
teknologi - perbaikan transportasi
- biaya
- kualitas
- perdamaian global
- pertumbuhan ekonomi dunia
- mengenali peluang untuk mengembangkan daya tuas secara global


Hal yang menghambat :
- perbedaan pasar
- kecadokan manajemen
- budaya organisasi
- kendali nasional


Konsep Pemasaran Global


1. Kebutuhan, Keinginan dan Permintaan


Ada perbedaan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan manusia adalah keadaan dimana manusia merasa tidak memiliki kepuasan dasar. Kebutuhan tidak diciptakan oleh masyarakat atau pemasar, namun sudah ada dan terukir dalam hayati kondisi manusia. keinginan adalah hasrat akan pemuas tertentu dari kebutuhan tersebut. Keinginan manusia dibentuk oleh kekuatan dan institusi sosial. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan sesuatu yang didukung dengan kemampuan serta kesediaan membelinya. Keinginan menjadi permintaan bila didukung dengan daya beli. Perbedaan ini bisa menjelaskan bahwa pemasar tidak menciptakan kebutuhan; kebutuhan sudah ada sebelumnya Pemasar mempengaruhi keinginan dan permintaan dengan membuat suatu produk yang cocok, menarik, terjangkau dan mudah didapatkan oleh pelanggan yang dituju.


2.Produk


Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan pelanggan. Pentingnya suatu produk fisik bukan terletak pada kepelikannya tetapi pada jasa yang dapat diberikannya Oleh karena itu dalam membuat produk harus memperhatikan produk fisik dan jasa yang diberikan produk tersebut.


3. Nilai, Biaya dan Kepuasan


Nilai, Biaya dan Kepuasan Nilai adalah perkiraan pelanggan tentang kemampuan total suatu produk untuk memenuhi kebutuhannya Setiap produk memiliki kemampuan berbeda untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tetapi pelanggan akan memilih produk mana yang akan memberi kepuasan total paling tinggi. Nilai setiap produk sebenarnya tergantung dari seberapa jauh produk tersebut dapat mendekati produk ideal, dalam ini termasuk harga.


4. Pertukaran, Transaksi dan Hubungan


Pertukaran, Transaksi dan Hubungan Kebutuhan dan keinginan manusia serta nilai suatu produk bagi manusia tidak cukup untuk menjelaskan pemasaran. Pemasaran timbul saat orang memutuskan untuk memenuhi kebutuhan serta keinginannya dengan pertukaran. Pertukaran adalah salah satu cara mendapatkan suatu produk yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai gantinya. Pertukaran merupakan proses dan bukan kejadian sesaat. Masing-masing pihak disebut berada dalam suatu pertukaran bila mereka berunding dan mengarah pada suatu persetujuan. Jika persetujuan tercapai maka disebut transaksi. Transaksi merupakan pertukaran nilai antara dua pihak. Untuk kelancaran dari transaksi, maka hubungan yang baik dan saling percaya antara pelanggan, distributor, penyalur dan pemasok akan membangun suatu ikan ekonomi, teknis clan sosial yang kuat dengan mitranya. Sehingga transaksi tidak perlu dinegosiasikan setiap kali, tetapi sudah menjadi hal yang rutin. Hal ini dapat dicapai dengan menjanjikan serta menyerahkan mutu produk, pelayanan dan harga yang wajar secara kesinambungan.


5.Pasar


Pasar Pasar terdiri dari semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu serta mau dan mampu turut dalam pertukaran untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan itu. Istilah pasar untuk menunjukan pada sejumlah pembeli dan penjual melakukan transaksi pada suatu produk.


6. Pemasaran dan Pemasar


Pemasaran dan Pemasar Pemasaran adalah keinginan manusia dalam hubungannya dengan pasar, pemasaran maksudnya bekerja dengan pasar untuk mewujudkan transaksi yang mungkin terjadi dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia. Pemasaran adalah orang yang mencari sumber daya dari orang lain dan mau menawarkan sesuatu yang bernilai untuk itu. Kalau satu pihak lebih aktif mencari pertukaran daripada pihak lain, maka pihak pertama adalah pemasar dan pihak kedua adalah calon pembeli.


Segmentasi Pasar Global


Segmentasi Pasar adalah membagi sebuah pasar ke dalam kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yangg mungkin menghendaki bauran produk atau pemasar yang terpisah. 1.Pemasaran Massal (Mass Marketing): penjual memproduksi, mendistribusi- kan, dan mempromosikan secara massal sebuah produk kepada seluruh pembeli.Pemasar tersebut menciptakan pasar potensial terbesar, biaya paling rendah, harga lebih rendah atau marjin yang lebih tinggi. 2. Pemasaran Segmen : Peursahaan menyadari bahwa pembeli berbeda dalam kebutuhan, persepsi, dan perilaku pembelian. Perusahaan mengisolasi segmen yang lebar yang membentuk suatu pasar dan mengadaptasi apa yang ditawarkannya agar lebih mendekati kebutuhan satu atau beberapa segmen. 3.Pemasaran Ceruk Berfokus pada subgrup di dalam segmen-segmen diatas. Suatu ceruk adalah suatu grup yang didefinisikan dengan lebih sempit, biasanya diidentifikasi dengan memilah suatu segmen menjadi beberapa subsegmen 4.Pemasaran Mikro : Praktik penyesuaian produk dan program pemasar agak cocok dengan citarasa individu atau lokasi tertentu.




Referensi :


https://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran_global



https://bintangfararyani.wordpress.com/2013/02/03/pemasaran-global-philip-kotler-dkk/

Pengambilan Keputusan

DEFINISI PENGAMBILAN KEPUTUSAN


Keputusan adalah hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Hal ini berkaitan dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang harus dilakukan dan mengenai unsur-unsur perencanaan. Dapat juga dikatakan bahwa keputusan itu sesungguhnya merupakan hasil proses pemikiran yang berupa pemilihan satu diantara beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya.
Keputusan itu sendiri merupakan unsur kegiatan yang sangat penting. Jiwa kepemimpinan seseorang itu dapat diketahui dari kemampuan mengatasi masalah dan mengambil keputusan yang tepat. Keputusan yang tepat adalah keputusan yang berbobot dan dapat diterima bawahan. Ini biasanya merupakan keseimbangan antara disiplin yang harus ditegakkan dan sikap manusiawi terhadap bawahan. Keputusan yang demikian ini juga dinamakan keputusan yang mendasarkan diri pada relasi sesama.
Kemudian terdapat definisi menurut para ahli, antara lain :
- Menurut George R. Terry :
pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada.
- Menurut Sondang P. Siagian :
pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakikat alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling cepat.
- Menurut James A. F. Stoner :
pengambilan keputusan adalah proses yang digunakan untuk memilih suatu tindakan sebagai cara pemecahan masalah.
- Moorhead dan Griffin (1995: 82) :
Menyatakan pengambilan keputusan sebagai kegiatan pemilihan diantara berbagai alternatif yang tersedia.
- Atmosudirjo (1982: 97) :
Pengambilan keputusan selalu bersifat memilih diantara berbagai alternatif untuk menyelesaikan masalah.
Dari definisi pengambilan keputusan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa keputusan itu diambil dengan sengaja, tidak secara kebetulan, dan tidak boleh sembarangan. Pengambilan keputusan itu sendiri suatu cara yang digunakan untuk memberikan suatu pendapat yang dapat menyelesaikan suatu masalah dengan cara / teknik tertentu agar dapat lebih diterima oleh semua pihak. Masalahnya telebih dahulu harus diketahui dan dirumuskan dengan jelas, sedangkan pemecahannya harus didasarkan pemilihan alternatif terbaik dari alternatif yang ada.
Menurut Wikipedia Pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia. Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final. Keputusan dibuat untuk mencapai tujuan melalui pelaksanaan atau tindakan.


DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pengambilan keputusan harus dilandasi oleh prosedur dan teknik serta didukung oleh informasi yang tepat (accurate), benar(reliable) dan tepat waktu (timeliness). Ada beberapa landasan yang digunakan dalam pengambilan keputusan yang sangat bergantung dari permasalahan itu sendiri. Menurut George R.Terry dan Brinckloe disebutkan dasar-dasar pendekatan dari pengambilan keputusan yang dapat digunakan yaitu :
1. Intuisi :
Suatu proses bawah sadar/tdk sadar yang timbul atau tercipta akibat pengalaman yang terseleksi. Pengambilan keputusan yang berdasarkan atas intusi atau perasaan memiliki sifat subjektif, sehingga mudah terkena pengaruh.
A. Segi positif dalam pengambilan keputusan berdasarkan intusi adalah :
- Waktu yang digunakan untuk mengambil keputusan relatif lebih pendek.
- Untuk masalah yang pengaruhnya terbatas, pengambilan keputusan akan memberikan kepuasan pada umumnya.
- Keampuan mengambil keputusan dari peng-ambil keputusan itu sangat berperan, dan itu perlu dimanfaatkan dengan baik.
B. Segi negatif dalam pengambilan keputusan berdasarkan intusi adalah :
- Keputusan yang dihasilkan relatif kurang baik.
- Sulit mencari alat pembandingnya, sehingga sulit diukur kebenaran dan keabsahannya.
- Dasar-dasar lain dalam pengambilan keputusan seringkali diabaikan.
2. Pengalaman :
Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis. Karena pengalaman seseorang dapat mempekira-kan keadaan sesuatu, dapat memperhitungkan untung ruginya, baik-buruknya keputusan yang akan dihasilkan. Karena pengalaman, seseorang yang menduga masalahnya walaupun hanya dengan melihat sepintas saja mungkin sudah dapat menduga cara penyelesaiannya.
3. Fakta :
Pengambilan keputusan berdasarkan fakta dapat memberikan keputusan yang sehat, solid, dan baik. Dengan fakta, maka tingkat kepercayaan terhadap pengambilan keputusan dapat lebih tinggi, sehingga orang dpt menerima keputusan-keputusan yang dapat dibuat dengan rela dan lapang dada.
4. Wewenang :
Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pim-pinan terhadap bawahannya atau orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang lebih rendah kedudukannya. Pengambilan keputusan berdasarkan we-wenang juga memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan.
A. Segi positif dalam pengambilan keputusan berdasarkan wewenang adalah :
- Kebanyakan penerimanya adalah bawahan, terlepas apakah penerimaan tsb secara su-karela ataukah terpaksa.
- Keputusannya dapat dapat bertahan dalam jangka waktu yg cukup lama.
- Memiliki otentisitas (otentik).
B.Segi negatif dalam pengambilan keputusan berdasarkan wewenang adalah :
- Dapat menimbulkan sifat rutinitas.
- Mengasosiakan dengan praktek dictatorial.
- Sering melewati permasalahan yg seharus-nya dipecahkan sehingga dapat menimbul-kan kekaburan.
5.Rasional :
Pada pengambilan keputusan yg berdasar-kan rasional, keputusan yg dihasilkan ber-sifat objektif, logis, lebih transparan, kon-sisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu, shg dpt dikatakan mendekati kebenaran atau se-suai dgn apa yg diinginkan.
Ada beberapa hal yg harus diperhatikan dalam pengambilan keputusan secara rasional :
a.Kejelasan masalah.
b.Orientasi tujuan.
c.Pengetahuan alternative.
d.Preferensi yang jelas.
e.Hasil maksimal.


JENIS-JENIS KEPUTUSAN DI DALAM ORGANISASI
Jenis keputusan dalam sebuah organisasi dapat digolongkan berdasarkan banyaknya waktu yang diperlukan untuk mengambil keputusan tersebut, bagian mana organisasi harus dapat melibatkan dalam mengambil keputusan dan pada bagian organisasi mana keputusan tersebut difokuskan.
Secara garis besar jenis keputusan terbagi menjadi dua bagian yaitu :
a. Keputusan Rutin atau Terprogram
Keputusan Rutin adalah Keputusan yang sifatnya rutin dan berulang-ulang serta biasanya telah dikembangkan untuk mengendalikannya. Keputusan Rutin atau terprogram memiliki struktur yang teratur karena setiap kinerja diukur secara jelas, rutin dan berulang-ulang. Tingkat kepastian didalam keputusan ini sangat tinggi relatifnya. Tingkat kepastian relatif adalah perbandingan tingkat keberhasilan antara 2 alternatif atau lebih.
Contoh keputusan terprogram adalah, aturan umum penetapan harga pada industri rumah makan dimana makanan akan diberi harga hingga 3 kali lipat dari direct cost.
b. Keputusan Tidak Rutin atau Keputusan Tidak Terprogram
Keputusan tidak rutin adalah reputusan yang diambil pada saat-saat khusus dan tidak bersifat rutin atau tidak dilakukan secara berulang-ulang. Keputusan ini dilakukan ketika sebuah organisasi tidak dapat memutuskan bagaimana merespon permasalahan tersebut, sehingga terdapat ketidakpastian apakah solusi yang diputuskan dapat menyelesaikan permasalahan atau tidak, oleh karena itu keputusan tidak rutin atau tidak terprogram
Contoh keputusan rutin adalah dalam suatu perusahaan jika kita mendapatkan suatu masalah maka, kita dalam mengambil sebuah keputusan untuk menyelesaikannya kita tidak boleh terburu-buru karena dapat menyebabkan kita mengambil atau memilih keputusan yang salah dan bahkan dapat membuat masalah semakin sulit. Oleh karena itu kita harus mempertimbangkan dengan baik dengan cara mencari informasi, memahaminya dengan baik, dan mendiskusikan keputusan kita dengan orang-orang yang ikut dalam perusahaan itu, agar keputusan yang kita ambil dapat diterima dengan baik dan dapat memecahkan masalah yang ada.


Di sisi lain, ada pula pembagian jenis keputusan berdasarkan pihak pengambil keputusan, yaitu:
a. Keputusan strategis
Setiap organisasi melahirkan berbagai kebijakan atau keputusan organisasional. Kebijakan dan arah organisasi merupakan keputusan strategis. Kebijakan dan arah yang dimaksud adalah keputusan-keputusan apasaja yang telah diambil dalam organisasi yang membawa organisasi tersebut mencapai arah tujuan bersama dalam organisasi.
b. Keputusan operasional
Adapun keputusan organisasional menyangkut pengelolaan organisasi sehari-hari. Keputusan operasional sangat menentukan efektivitas keputusan strategis yang dimabil oleh para manajer puncak (Drummond, 1995). Keputusan operasional ini dilakukan untuk menjalankan kegiatan organisasi sehari-hari atau dilakukan dalam rutinitas organisasi demi berjalannya organisasi tersebut.


FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN


Menurut John D.Miller dalam Imam Murtono (2009) faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam menjelaskan faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan adalah jenis kelamin pria atau wanita, peranan pengambilan keputusan, dan keterbatasan kemampuan.
Dalam pengambilan suatu keputusan individu dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu nilai individu, kepribadian, dan kecenderungan dalam pengambilan resiko.
- Pertama, nilai individu pengambil keputusan merupakan keyakinan dasar yang digunakan seseorang jika ia dihadapkan pada permasalahan dan harus mengambil suatu keputusan. Nilai-nilai ini telah tertanam sejak kecil melalui suatu proses belajar dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Dalam banyak keadaan individu bahkan tidak berfikir untuk menyusun atau menilai keburukan dan lebih ditarik oleh kesempatan untuk menang.
- Kedua, kepribadian. Keputusan yang diambil seseorang juga dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kepribadian. Dua variabel utama kepribadian yang berpengaruh terhadap keputusan yang dibuat, seperti ideologi versus kekuasaan dan emosional versus obyektivitas. Beberapa pengambil keputusan memiliki suatu orientasi ideologi tertentu yang berarti keputusan dipengaruhi oleh suatu filosofi atau suatu perangkat prinsip tertentu. Sementara itu pengambil keputusan atau orang lain mendasarkan keputusannya pada suatu yang secara politis akan meningkatkan kekuasaannya secara pribadi.
- Ketiga, kecenderungan terhadap pengambilan resiko. Untuk meningkatkan kecakapan dalam membuat keputusan, perawat harus membedakan situasi ketidakpastian dari situasi resiko, karena keputusan yang berbeda dibutuhkan dalam kedua situasi tersebut. Ketidakpastian adalah kurangnya pengetahuan hasil tindakan, sedangkan resiko adalah kurangnya kendali atas hasil tindakan dan menganggap bahwa si pengambil keputusan memiliki pengetahuan hasil tindakan walaupun ia tidak dapat mengendalikannya. Lebih sulit membuat keputusan dibawah ketidakpastian dibanding dibawah kondisi bahaya. Di bawah ketidakpastian si pengambil keputusan tidak memiliki dasar rasional terhadap pilihan satu strategi atas strategi lainnya.


Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan secara umum adalah :


1. Posisi atau kedudukan. Dalam mengambil suatu keputusan posisi atau kedudukan sangat menentukan yaitu apakah posisi seseorang itu masuk ke dalam pembuat keputusan (decision maker), penentu keputusan (decision taker) atau karyawan (staff) karena dari penentuan posisi inilah kemudian dapat ditentukan bagian apa yang harus dikerjakan pada posisinya masing-masing sehingga keputusan yang diambil bisa tepat.
2. Masalah. Masalah merupakan suatu penghalang untuk tercapainya suatu tujuan, jadi dalam mengambil suatu keputusan harus benar-benar dipahami masalah yang sedang dihadapi sehingga kita bisa mengambil keputusan yang tepat dan juga suatu tujuan dapat tercapai.
3. Situasi. Situasi merupakan keseluruhan faktor-faktor dalam keadaan yang berkaitan satu sama lain dan yang secara bersama-sama memancarkan pengaruh terhadap kita beserta apa yang hendak kita perbuat.
4. Kondisi. Kondisi adalah keseluruhan dari faktor-faktor yang secara bersama-sama menentukan daya gerak, daya berbuat atau kemampuan kita. Sebagian besar faktor-faktor tersebut merupakan sumber daya-sumber daya.
5. Tujuan. Tujuan yang hendak dicapai baik tujuan perorangan, tujuan unit (kesatuan), tujuan organisasi, maupun tujuan usaha yang pada umumnya telah ditentukan. Tujuan yang ditentukan dalam pengambilan keputusan merupakan tujuan antara atau objektif.


Adapun dalam referensi lain pengambilan keputusan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor personal adalah :
a. Kognisi, artinya kualitas dan kuantitas pengetahuan yang di miliki. Misalnya ; Kemampuan menalar, memiliki kemampuan berfikir secara logis, dll.
b. Motif, suatu keadaan tekanan dalam diri individu yang mempengaruhi, memelihara dan mengarahkan prilaku menuju suatu sasaran
c. Sikap, Bagaimana keberanian kita dalam mengambil risiko kepututusan, pemilihan suasana emosi dan waktu yang tepat, mempertimbangkan konsekuensi yang mungkin terjadi.


Dan adapun faktor lain dalam pengambilan keputusan adalah :
1. Fisik
Berdasarkan apa yang dialami pada tubuh, seperti rasa tidak nyaman, atau kenikmatan. Ada kecenderungan menghindari tingkah laku yang menimbulkan rasa tidak senang, sebaliknya memilih tingkah laku yang memberikan kesenangan.
2. Emosional
Didasarkan pada perasaan atau sikap. Orang akan bereaksi pada suatu situasi secara subjective.
3. Rasional
Didasarkan pada pengetahuan orang-orang mendapatkan informasi, memahami situasi dan berbagai konsekuensinya.
4. Praktikal
Didasarkan pada keterampilan individual dan kemampuan melaksanakan. Seseorang akan menilai potensi diri dan kepercayaan dirinya melalui kemampuanya dalam bertindak.
5. Interpersonal
Didasarkan pada pengaruh jaringan sosial yang ada. Hubungan antar satu orang keorang lainnya dapat mempengaruhi tindakan individual.
6. Struktural
Didasarkan pada lingkup sosial, ekonomi dan politik. Lingkungan mungkin memberikan hasil yang mendukung atau mengkritik suatu tingkah laku tertentu.
7. Adanya tekanan Dari Luar
Adanya pengaruh tekanan dari luar merupakan suatu proses yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan, dikarenakan proses cepat atau lambatnya pembuat keputusan tergantung dari banyaknya tekanan diterima.
8. Adanya pengaruh kebiasaan lama atau sifat-sifat pribadi
Faktor sifat yang baik maupun tidak baik yang ada dalam diri seorang pembuat keputusan, merupakan hal yang dapat mempengaruhi keputusannya tersebut
9. Pengaruh dari kelompok lain
Kelompok lain juga dapat mempengaruhi suatu keputusan dikarenakan kelompok atau organisasi tersebut mempunyai keputusan yang dapat dipertimbangkan oleh pemimpin organisasi lain dalam menyikapi masalah dan pengaruh kelompok lain ini juga dapat menjatuhkan organisasi serta mementingkan kepentingan kelompok tersebut.
10. Faktor pengalaman
Faktor pengalaman seorang pembuat keputusan adalah hal yang sangat penting, karena banyaknya pengalaman orang tersebut maka ia akan berani dalam menentukan keputusan. Hal ini juga berkaitan terhadap keahlian yang dimiliki oleh pemimpin atau anggota karena pengalaman yang pernah dialaminya.


IMPLIKASI MANAJERIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Implikasi manajerial adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang ada. Apa implikasi manajerial yang muncul dari organisasi tanpa pembatas (borderless). Tipe organisasi transnasional/tanpa batas memakai pengaturan yang mengeliminasi atau menghapus halangan geografis artitisial. Para manajer memilih pendekatan ini dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas di pasar global yang kompetitif. Implikasi yang dirasakan oleh para pihak manajer adalah bagaimana mereka bisa mengembangkan produk yang diproduksi di negara lain dengan baik, dengan cara memanfaatkan sumber daya alam dan manusia yang ada pada negara tersebut. Jadi struktur organisasi manajerial tidak akan berpusat pada satu organisasi manajerial namun harus mencakup seluruh struktur organisasi manajerial di seluruh negara dimana perusahaan itu berada.


Gaya pengambilan keputusan :


a. Gaya Direktif (Pengarahan)
Merupakan gaya pengambilan keputusanyang menekankan pada cara berpikir yang rasional.
b. Gaya Analitis
Merupakan gaya pengambilan keputusan dengan prioritas toleransi yang tinggi terhadap ketidakjelasan dan cara berpikirnya rasional.
c. Gaya Konseptual
Merupakan gaya pengambilan keputusan dengan prioritas toleransi yang tinggi terhadap ketidakjelasan dan cara berpikir intuitif yang tinggi.
d. Gaya Perilaku
Merupakan gaya pengambilan keputusan dengan prioritas toleransi rendah terhadap ketidakjelasan dengan cara berpikir intuitif yang tinggi.




Referensi :


https://id.wikipedia.org/wiki/Pengambilan_keputusan
http://dhino-ambargo.blogspot.co.id/2013/05/definisi-dan-dasar-pengambilan-keputusan.html
http://adipsi.blogspot.co.id/2010/06/pengambilan-keputusan.html
http://pelatihanguru.net/dasar-dasar-pengambilan-keputusan
http://annisaldinah.blogspot.co.id/2015/05/jenis-jenis-keputusan-di-dalam.html
https://nindisabrina.wordpress.com/2015/04/30/jenis-jenis-pengambilan-keputusan-dalam-organisasi/

Komunikasi :)

PENGERTIAN DAN ARTI PENTING KOMUNIKASI


Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”),secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.


Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain.


Komunikasi bukan cuma terkait dengan bagaimana cara menggunakan bahasa tapi sangat terkait juga dalam menyampaikan pesan dalam bentuk yang lainnya seperti tatapan mata, gesture tubuh, serta mungkin intonasi.


Komunikasi itu penting, semua orang tahu, karena ini merupakan basic instinct dari setiap makhluk hidup. Setiap makhluk punya cara komunikasi masing-masing, setiap manusia pun tak lepas dari cara dia melakukan komunikasi. Kita tak bisa membeda-bedakan bahasa, suku, adat, kebiasaan, tradisi maupun agama karena pada dasarnya berkomunikasi, menyampaikan pesan itu asal dilakukan dengan baik dan benar, serta dalam keadaan saling terbuka, fikiran jernih tanpa sentimen dan perasaan negatif, pasti maksud yang ingin disampaikan dapat diterima.


Dalam KBBI komunikasi diarikan sebagai pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami; hubungan; kontak; perhubungan;


Menurut sejumlah ahli, pengertian komunikasi adalah sebuah proses, menurut Laswell, pengertian komunikasi adalah sebuah proses yang memberikan gambaran siapa mengatakan apa dengan cara apa, kepada siapa dengan efek apa.



· Mr. Carl I. Hovland menambahkan bahwa pengertian komunikasi sebagai proses komunikator memberikan stimulan yang umumnya terdiri atas lambang lambang bahasa (verbal atau non-verbal) sehingga terjadinya perubahan tingkah laku penerima/orang lain.
· Mr. Theodorson memperlebar pengertian komunikasi kepada wilayah ide dan emosi yaitu penyebaran informasi, ide-ide sebagai sikap atau emosi dari satu individu kepada individu lain terutama melalui simbol simbol.
· Mr. Edwin Emergy menganggap menghubungkan pengertian komunikasi sebagai salah satu bentuk seni. Komunikasi ialah seni (art) dalam menyampaikan (to express) informasi, ide dan sikap seseorang kepada orang lain.
· Senada dengan para ahli lainnya, Delton E beranggapan bahwa pengertian komunikasi adalah sebagai suatu proses interaksi yang memiliki arti antara sesama manusia.



JENIS-JENIS KOMUNIKASI


Jenis-jenis Komunikasi, yaitu :
1.Komunikasi Intrapribadi :
Komunikasi intrapribadi (intrapersonal communication) adalahkomunikasi dengan diri sendiri, baik kita sadari atau tidak. Misalnya berpikir.
Komunikasi interpersonal adalah proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya di antara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya. (Muhammad, 2005,p.158-159).
Menurut Devito (1989), komunikasi interpersonal adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera (Effendy,2003, p. 30).
Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal atau nonverbal. Komunikasi interpersonal ini adalah komunikasi yang hanya dua orang, seperti suami istri, dua sejawat, dua sahabat dekat, guru-murid dan sebagainya (Mulyana, 2000, p. 73)


Menurut Effendi, pada hakekatnya komunikasi interpersonal adalah komunikasi antar komunikator dengan komunikan, komunikasi jenis ini dianggap paling efektif dalam upaya mengubah sikap, pendapat atau perilaku seseorang, karena sifatnya yang dialogis berupa percakapan. Arus balik bersifat langsung, komunikator mengetahui tanggapan komunikan ketika itu juga. Pada saat komunikasi dilancarkan, komunikator mengetahui secara pasti apakah komunikasinya positif atau negatif, berhasil atau tidaknya. Jika ia dapat memberikan kesempatan pada komunikan untuk bertanya seluas-luasnya (Sunarto, 2003, p. 13).


Klasifikasi Komunikasi Interpersonal
Redding yang dikutip Muhammad (2004, p. 159-160) mengembangkan klasifikasi komunikasi interpersonal menjadi interaksi intim, percakapan sosial, interogasi atau pemeriksaan dan wawancara.
Interaksi intim termasuk komunikasi di antara teman baik, anggota famili, dan orang-orang yang sudah mempunyai ikatan emosional yang kuat.
Percakapan sosial adalah interaksi untuk menyenangkan seseorang secara sederhana. Tipe komunikasi tatap muka penting bagi pengembangan hubungan informal dalam organisasi. Misalnya dua orang atau lebih bersama-sama dan berbicara tentang perhatian, minat di luar organisasi seperti isu politik, teknologi dan lain sebagainya.
Interogasi atau pemeriksaan adalah interaksi antara seseorang yang ada dalam kontrol, yang meminta atau bahkan menuntut informasi dari yang lain. Misalnya seorang karyawan dituduh mengambil barang-barang organisasi maka atasannya akan menginterogasinya untuk mengetahui kebenarannya.
Wawancara adalah salah satu bentuk komunikasi interpersonal di mana dua orang terlibat dalam percakapan yang berupa tanya jawab. Misalnya atasan yang mewawancarai bawahannya untuk mencari informasi mengenai suatu pekerjaannya.


2.Komunikasi Antarpribadi :
Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yangmemungkinkan respon verbal maupun nonverbal berlangsung secara langsung. Bentuk khusus komunikasi antarpribadi ini adalah komunikasi diadik (dyadic communication) yang hanya melibatkan dua individu,misalnya suami- istri, dua sejawat, guru-murid. Ciri-ciri komunikasi diadik adalah pihak- pihak yang berkomunikasi berada dalam jarakyang dekat; pihak-pihak yang berkomunikasi mengirim dan menerimapesan secara langsung dan simultan.
penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri antara self dengan God. Komunikasi intrapersonal merupakan keterlibatan internal secara aktif dari individu dalam pemrosesan simbolik dari pesan-pesan. Seorang individu menjadi pengirim sekaligus penerima pesan, memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang berkelanjutan. Komunikasi intrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi yang lainnya. Pengetahuan mengenai diri pribadi melalui proses-proses psikologis seperti persepsi dan kesadaran (awareness) terjadi saat berlangsungnya komunikasi intrapribadi oleh komunikator. Untuk memahami apa yang terjadi ketika orang saling berkomunikasi, maka seseorang perlu untuk mengenal diri mereka sendiri dan orang lain. Karena pemahaman ini diperoleh melalui proses persepsi. Maka pada dasarnya letak persepsi adalah pada orang yang mempersepsikan, bukan pada suatu ungkapan ataupun obyek.
Aktivitas dari komunikasi intrapribadi yang kita lakukan sehari-hari dalam upaya memahami diri pribadi diantaranya adalah; berdo'a, bersyukur, instrospeksi diri dengan meninjau perbuatan kita dan reaksi hati nurani kita, mendayagunakan kehendak bebas, dan berimajinasi secara kreatif .
Pemahaman diri pribadi ini berkembang sejalan dengan perubahan perubahan yang terjadi dalam hidup kita. Kita tidak terlahir dengan pemahaman akan siapa diri kita, tetapi prilaku kita selama ini memainkan peranan penting bagaimana kita membangun pemahaman diri pribadi ini
Kesadaran pribadi (self awareness) memiliki beberapa elemen yang mengacu pada identitas spesifik dari individu (Fisher 1987:134). Elemen dari kesadaran diri adalah konsep diri, proses menghargai diri sendiri (self esteem), dan identitas diri kita yang berbeda beda (multiple selves).


3.Komunikasi Kelompok (Kecil) :
Komunikasi kelompok merujuk pada komunikasi yang dilakukan sekelompok kecil orang (small-group communication). Kelompok sendiri merupakan sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama, yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuanbersama, saling mengenal satu sama lain, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. Komunikasi antarpribadi berlaku dalam komunikasi kelompok.


4.Komunikasi Publik :
Komunikasi publik adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah orang (khalayak), yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi publik meliputi ceramah, pidato, kuliah, tabligh akbar, dan lain-lain. Ciri-ciri komunikasi publik adalah: berlangsung lebih formal;menuntut persiapan pesan yang cermat, menuntut kemampuanmenghadapi sejumlah besar orang; komunikasi cenderung pasif; terjadi di tempat umum yang dihadiri sejumlah orang; merupakan peristiwayang direncanakan; dan ada orang-orang yang ditunjuk secara khususmelakukan fungsi-fungsi tertentu.


5.Komunikasi Organisasi :
Komunikasi organisasi (organizational communication) terjadi dalam suatu organisasi, bersifat formal dan informal, dan berlangsung dalam jaringan yang lebih besar dari komunikasi kelompok. Komunikasi organisasi juga melibatkan komunikasi diadik, komunikasi antarpribadi, dan komunikasi publik tergantung kebutuhan.


6.Komunikasi Massa :
Komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi yangmenggunakan media massa cetak maupun elektronik yang dikelola sebuah lembaga atau orang yang dilembagakan yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar, anonim, dan heterogen. Pesan- pesannya bersifat umum, disampaikan secara serentak, cepat dan selintas.


PROSES KOMUNIKASI


Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikanpesan kepada komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proseskomunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi, banyak melalui perkembangan.
Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusiadan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi.
Tahapan proses komunikasi adalah sebagai berikut :
1. Penginterpretasian.
2. Penyandian.
3. Pengiriman.
4. Perjalanan.
5. Penerimaan.
6. Penyandian balik.
7. Penginterpretasian.




KOMUNIKASI EFEKTIF


Komunikasi efektif (effective communications) adalah komunikasi yang tepat sasaran, berhasil guna, atau mencapai tujuan --menyampaikan informasi (to inform), mengibur (to entertain), atau membujuk (to persuade).
Barbara Brown dalam "What is Effective Communication?" di laman Live Strong menyebutkan,
komunikasi efektif itu melibatkan kejelasan, perkataan langsung, dan aktif mendengarkan (clear,
direct speech, active listening).
Komunikasi adalah proses berbagi (sharing) informasi, pemikiran, dan perasaan antara orang-orang melalui pembicaraan (speaking), tulisan (writing), atau bahasa tubuh (body languange).
Komunikasi dikatakan efektif jika informasi, pemikiran, atau pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik sehingga menciptakan kesamaan persepsi, mengubah perilaku, atau mendapatkan informasi (menjadi tahu/paham).
Lima Kunci Komunikasi Efektif :
1. Smile! Tersenyum
2. Be Clear! Berbicara dengan jelas
3. Relax. Santai!
4. Variatif. Jangan Monoton
5. Dengar dan Pahami




IMPLIKASI MANAJERIAL


Dalam kamus besar bahasa Indonesia implikasi mempunya arti yaitu akibat.
Implikasi manajerial adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang ada. apa implikasi manajerial yang muncul dari organisasi tanpa pembatas (borderless Tipe organisasi transnasional/tanpa batas memakai pengaturan yang mengeliminasi atau menghapus halangan geografis artitisial.Para manajer memilih pendekatan ini dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas di pasar global yang kompetitif.Implikasi yang dirasakan oleh para pihak manajer adalah bagaimana mereka bisa mengembangkan produk yang diproduksi di negara lain,dengan baik dengan cara memanfaatkan sumber daya alam dan manusia yang ada pada negara ttersebut.Jadi struktur organisasi manajerial tidak akan berpusat pada satu organisasi manajerial namun harus mencakup seluruh struktur organisasi manajerial di seluruh negara dimana perusahaan iitu berada.


Referensi :


https://duniatugasasri.wordpress.com/2013/06/11/pengertian-dan-arti-penting-komunikasi/
https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi
http://www.apapengertianahli.com/2014/11/pengertian-komunikasi-apa-itu-komunikasi.html
http://www.definisi-pengertian.com/2015/06/jenis-jenis-komunikasi.html
http://www.komunikasipraktis.com/2014/09/teknik-dasar-komunikasi-efektif.html

Sabtu, 24 Oktober 2015

Dampak Perekonomian Global terhadap Indonesia



Indonesia adalah salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi positif disamping China, India, dan Vietnam. Beberapa negara maju termasuk Amerika dan Eropa mengalami kemerosotan tajam hingga mengalami pertumbuhan ekonomi negatif. Demikian disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan RI, Anggito Abimanyu, PhD dihadapan peserta seminar nasional "Challenges of Economic Development in Indonesia: Democracy Party and Global Competition". Acara yang diselenggarakan di gedung widyaloka UB pada Selasa (19/5) ini diikuti oleh mahasiswa, dosen dan masyarakat umum. Dalam krisis ekonomi global ini, dipaparkannya, Amerika sebagai pusaran krisis mengalami penurunan pertumbuhan perdagangan dari 2.5% menjadi -11%. Selain itu, terjadi pula penurunan nilai asset lembaga keuangan yang mencapai USD 750 M dan capital outflow mencapai USD 700 M ke Amerika Serikat. Dalam upaya mitigasi krisis global yang dilakukan negara-negara anggota G20, diungkap Anggito, telah ditentukan bahwa biaya rekapitulasi perbankan yang dibutuhkan mencapai USD 1.1 T, disusul biaya restrukturisasi kredit macet USD 1.4 T dan alokasi penambahan modal lembaga multilateral mencapai USD 1.1 T. Lebih lanjut, diterangkan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia per Mei 2009 telah kembali, mencapai USD 56.3 M.

Dampak Terhadap Indonesia
Dalam paparannya, Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM yang juga chief economist BNI, A. Tony Prasetiantoro, PhD memaparkan prediksinya di beberapa sektor mikro terkait krisis ekonomi global ini. Sektor properti, menurutnya masih bisa bertahan dan justru dapat menjadi alternatif penyimpan kekayaan. Sebagaimana pada krisis 1998, sektor konsumsi menurutnya akan menjadi sektor yang tahan terhadap krisis begitu juga UMKM dan sektor informal. Lebih jauh, ia menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia diharapkan mencapai 4.0% dengan beberapa modal yaitu turunnya inflasi yang menaikkan kepercayaan diri konsumsi dan turunnya suku bunga yang bisa membantu ekspansi kredit.

Sabtu, 17 Oktober 2015

Perekonomian Global untuk Indonesia



DAMPAK INTEGRASI YANG DILAKUKAN INDONESIA

Pemerintah Indonesia sedang berusaha agar pertumbuhan ekonomi nasional dapat tumbuh lebih baik, salah satu caranya yaitu dengan melakukan integrasi ekonomi. Namun penerapan strategi tersebut mempunyai dampak tersendiri. Dampak integrasi ekonomi yang dilakukan pemerintah Indonesia menimbulkan dua hal yaitu sisi positif dan sisi negatif terhadap iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di satu sisi, pemerintah mendorong sebanyak mungkin investor untuk masuk, disisi lain pemerintah membatasi investor dengan berbagai pembatasan agar efek negatif dengan masuknya investor dapat dikurangi seperti contohnya meminggirkan pengusaha lokal.
Setelah penulis membaca mengenai hal-hal yang berkaitan dengan integrasi ekonomi, penulis dapat menyimpulkan bahwa derasnya investasi asing ke Indonesia tersebut karena dipicu tiga pilar. Pertama, roda perekonomian Indonesia ditopang konsumsi domestik yang tinggi. Pilar kedua, adalah sektor komoditas. Sedangkan pilar ketiga, adalah komitmen pemerintah dalam membangun sektor infrastruktur. Untuk itulah, investor asing atau sejumlah negara terus melirik Indonesia sebagai ladang investasi. Tak terkecuali, negara-negara Eropa yang saat ini sedang dihantui krisis ekonomi.
Selain itu perdagangan bebas dapat juga menimbulkan dampak negatif, diantaranya adalah eksploitasi terhadap negara berkembang, rusaknya industri lokal, keamanan barang menjadi lebih rendah dan sebagainya. Dampak negatif dirasakan oleh produsen dalam negeri yang produknya sejenis dengan produk impor China, yang dipasarkan di dalam negeri dan memiliki tingkat daya saing yang relatif kurang kompetitif.
Kebijakan pemerintah untuk memperhatikan ekonomi dalam negeri, terutama dengan mengintegrasikan perekonomian dalam negeri, merupakan upaya yang bagus untuk menjaga agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada luar negeri. Indonesia tidak perlu menolak perdagangan internasional, aliran modal asing, dan arus tenaga kerja. Tapi, jangan menjadi amat tergantung pada mereka. Dengan demikian, dukungan dalam negeri pada perekonomian Indonesia akan makin kuat dan perekonomian Indonesia tidak akan mudah digoyah olah krisis ekonomi global.
Akhirnya penulis pun mengambil kesimpulan bahwa integrasi ekonomi harus mampu meningkatkan kualitas hidup manusia (seperti kesehatan, kepandaian, kemampuan untuk berpindah, dan bebas dari rasa takut), mampu memperbaiki kualitas lingkungan di Indonesia, dan mampu melaksanakan asas good governance dalam tiap kegiatan ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin meningkat.

Jumat, 09 Oktober 2015

Perkembangan SmartPhone pada Bisnis Indonesia

Alat komunikasi adalah hal yang paling di butuhkan oleh manusia, dengan alat komunikasi manusia bisa memperoleh informasi yang di butuhkan dari berbagai macam sumber. Pada saat ini manusia terus menerus berinovasi untuk membuat alat komunikasi secanggih dan seefisien mungkin demi mendapatkan informasi. Dan saat ini muncullah “smartphone” yang perkembangannya sangat pesat dan mendapat sambutan meriah dari masyarakat di berbagai belahan dunia. Nah sekarang pertanyaannya adalah kenapa smartphone ini bisa sangat digandrungi? Ya jawabannya sangat sederhana, karena smartphone merupakan hasil inovasi yang merupakan pengembangan dari teknologi handphone dengan berbagai kelebihan yang dapat membantu aktifitas penggunanya.
Sejarah Smartphone
Pada tahun 1999, Mike Lazaridis bisa di sebut orang pertama kali yang menjadi cikal bakal perkembangan smartphone di dunia. Beliau pertama yang melakukan inovasi di dunia gadget dengan membuat Blackberry di perusahaan RIM Canada. Dari sini para perusahaan teknologi di dunia tidak mau tinggal diam dan ingin berusaha membuat sesuatu hal yang serupa bahkan lebih baik.
Dengan adanya mindset dan tekad yang kuat, para pelaku bisnis tersebut berhasil membuat gadget pintar atau smartphone dengan berbagai jenis dan fungsinya sehingga sekarang tengah membanjiri pasar industri. Banyak diantaranya menawarkan harga yang sangat terjangkau, mulai dari ratusan ribu saja, dan hal ini merupakan kabar baik bagi sebagian masyarakat, khususnya golongan menengah kebawah yang juga bisa ikut menikmati kemajuan teknologi pada saat ini.
Perkembangannya di Indonesia
Lalu bagaimana dengan perkembangannya di Indonesia? Ya, Indonesia ini sendiri memang menjadi salah satu target utama para produsen produk elektronik termasuk smartphone, karena jumlah populasinya yang tinggi dan sifat konsumennya yang cenderung konsumtif menjadi latar belakang bagi para perusahaan.
Menurut badan WorldPanel yang mensurvei tentang karakter konsumen di Indonesia, maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat di Indonesia memang cenderung menyukai hal-hal yang berbau digital dan perkembangan teknologi terbaru yang disesuaikan dengan kepribadian masing-masing. Tidak heran jika saat ini para produsen produk teknologi/elektronik termasuk smartphone berlomba-lomba untuk menjangkau target marketnya dengan membuat produk yang sesuai dengan minat dan kebutuhan tersebut.
Selain itu, dorongan teknologi smartphone ini juga mendorong penggunaan beberapa layanan lainnya, khususnya dalam hal penggunaan internet. Tentu saja, karena mau tidak mau pengguna smartphone harus berlangganan layanan internet secara rutin agar smartphonenya dapat berjalan sesuai dengan fungsinya. Walaupun memang kita perlu akui kalau kebanyakan masih menggunakannya sebagai alat untuk bersosialisasi melalui aplikasi sosial media. Disisi lain perangkat ini juga umum digunakan untuk membantu mobilitas penggunanya dalam hal pekerjaan atau bisnis. Dari berbagai faktor-faktor yang sudah disebutkan diatas, apakah ini dapat diartikan sebagai peluang? Mari kita ulas sama-sama dibawah ya.
Pengaruh Smartphone dalam dunia bisnis
Tanpa disadari pengguna smartphone saat ini juga sudah menjadi target bagi para pelaku usaha. Ya, hal ini didasarkan pada meningkatnya pengguna smartphone, gaya hidup hingga kebutuhan mereka yang dilakukan melalui media tersebut. Salah satu contohnya adalah pemenuhan kebutuhan melalui transaksi online. Kenapa transaksi online? Karena adanya tingkat dorongan yang kuat akan kesibukan rutin, aktifitas mobile yang tinggi hingga kecenderungan sifat ingin serba cepat dan praktis.
Melihat adanya permintaan yang kuat dari para pengguna internet, termasuk smartphone membuat pebisnis berusaha untuk masuk ke dunia bisnis ecommerce yang konsepnya mengedepankan kemudahan, kecepatan dan kesederhanaan dalam bertransaksi dengan menjual segala sesuatu yang dibutuhkan oleh konsumen. Tidak hanya berhenti disitu, saat ini perusahaan e-commerce juga membuatkan versi mobile dan aplikasi untuk smartphone agar mereka dapat lebih menjangkau target pasarnya, dan berusaha mengintimidasi konsumen untuk terus mengingat mereka melalui layanan tersebut.
Contohnya, zalora, tokobagus, berniaga, Traveloka, dsb, mereka merupakan perusahaan e-commerce yang lahir dan berusaha melayani konsumennya dengan konsep pelayanan online dan juga bisa diakses melalui smartphone. Perusahaan-perusahaan tersebut nampaknya sadar akan adanya peluang besar kedepan sehingga mereka berusaha memberi kemudahan transaksi ke konsumennya dengan membuat berbagai fitur layanan yang menarik dan bermanfaat. Misalnya Traveloka.com, layanan pemesanan tiket pesawat online terbesar dan terpercaya di Indonesia ini pada awalnya hanya fokus pada website utamanya, tetapi kemudian mereka berusaha mengembangkan versi mobile agar konsumen dapat lebih mudah mengaksesnya melalui smartphone tanpa kesulitan apapun.
Pembuatan website versi mobile yang khusus diorientasikan kepada konsep sederhana, to-the-point dan ringan tentunya akan membuat konsumen menjadi lebih nyaman dan mudah dalam bertransaksi. Namun nampaknya versi mobile seperti yang dibuat oleh pihak Traveloka masih belum bisa memuaskan konsumennya . Kenapa? Karena mereka ternyata masih ingin suatu layanan yang lebih mudah lagi, yaitu melalui aplikasi khusus untuk smartphone. Ya ini memang sah-sah saja, karena mereka dapat dengan mudah mengakses layanan seperti Traveloka, Zalora, Blibli, dll jika menggunakan aplikasi tanpa perlu membuka browser terlebih dahulu. Dengan konteks seperti ini, konsumen dapat mengakses layanan yang diinginkan dimanapun, kapanpun dan dalam situasi apapun sesuai dengan keinginan mereka. Intinya konsumen menginginkan aplikasi untuk smartphonenya karena mereka menganggap suatu layanan penting, sering digunakan, dan disisi lain mereka memiliki aktifitas yang padat sehingga mereka butuh layanan berupa aplikasi yang diyakini dapat menjadi solusi dari apa yang mereka butuhkan.
Secara keseluruhan perkembangan smartphone memang menimbulkan efek positif bagi konsumen dan produsen. Namun di sisi lain, produsen harus terus berusaha mengembangkan layanan/produknya untuk dapat memenuhi ekspektasi konsumen. Ini berarti bahwa masyarakat di Indonesia sudah semakin cerdas, dengan adanya banyak informasi dalam genggaman mereka, dan mudahnya mendapatkan informasi melalui smartphone membuat pola pikir konsumen terus berkembang dan tanpa disadari mereka semakin selektif dalam memilih layanan yang mereka butuhkan. Kedepannya teknologi smartphone ini tentu akan terus berkembang dan mungkin akan ada lagi inovasi terbaru yang memungkinkan konsumen dan produsen dapat berinteraksi dengan lebih mudah dan cepat tanpa adanya batas-batas tertentu. Jadi, kita tunggu saja kejutan-kejutan terbaru dari hasil karya manusia kedepannya ya.


Sabtu, 03 Oktober 2015

Kebudayaan dalam Bahasa

Kekerabatan Bahasa Aceh dan Bahasa Sunda
Indonesia merupakan bangsa yang paling kaya akan bahasa. Hal ini dapat terjadi karena Indonesia merupakan negara kepulauan yang letaknya tersebar antara 6 derajat LU—11 derajat LS dan 95 derajat BT—141 derajat BT. Kondisi geografis yang demikian itu memengaruhi keadaan penduduknya menjadi beraneka ragam, baik dari jenis suku bangsa, budaya, agama, maupun bahasa. Bahasa (daerah) yang ada pada satu provinsi mungkin memiliki perbedaan dengan provinsi lainnya. Bahkan, bahasa yang terdapat di satu wilayah dapat saja berbeda dengan wilayah lainnya walaupun masih dalam satu provinsi, seperti yang terdapat di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
Walaupun demikian, di antara bahasa (daerah) tertentu terdapat juga beberapa kosakata yang memiliki unsur persamaan, baik dari segi makna maupun bentuk, misalnya antara bahasa Aceh dan bahasa Sunda. Untuk itu, pada kesempatan ini penulis mengajak pembaca untuk mengamati “kekerabatan” antara bahasa Aceh dan bahasa Sunda.
Penulis sempat membuka kamus Aceh-Indonesia-Inggris: Kamus Aceh Indonesia-Inggris & English Indonesia-Achenese Dictionary yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh Tahun 2000. Beberapa kosakata bahasa Aceh dalam kamus tersebut memiliki bentuk yang sama denganbahasa Sunda. Bahkan, terdapat juga kosakata bahasa Aceh yang memiliki makna sama dengan bahasa Sunda. Selain itu, beberapa kosakata bahasa Aceh dan bahasa Sunda juga memiliki persamaan dalam bunyi fonem. Dalam bahasa Aceh dan bahasa Sunda terdapat fonem /eu/ yang tidak terdapat dalam bahasa Indonesia.
Jika kita perbandingkan secara linguistik, persamaan beberapa kosakata bahasa Aceh dan bahasa Sunda tersebut dikenal dengan istilah bersinonim dan berhomonim. Sinonim adalah bentuk bahasa yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk lain. Sementara itu, homonim adalah kata yang sama lafal atau ejaannya, tetapi berbeda maknanya karena berasal dari sumber yang berlainan. Untuk mendeskripsikan kata yang bersinonim dan berhomonim, data kata yang akan diungkapkan dalam tulisan ini adalah kata dasar atau kata yang belum mendapat pengimbuhan, pengulangan, dan pemajemukan. Berikut ini data kesinoniman dan kehomoniman antara kosakatabahasa Aceh dan bahasa Sunda.
Kesinoniman antara kosakata bahasa Aceh dengan bahasa Sunda terdiri atas kata benda, kata kerja, kata penghubung, dan kata sifat.
  1. Kata benda adalah kata yang menyatakan benda seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, atau penyebutan nama suatu benda. Kata benda bahasa Aceh yang memiliki kesamaan bentuk dan makna (bersinonim) dengan bahasa Sunda adalah (1) bandera ‘bendera’; (2) baki ‘nampan’; (3) basa ’bahasa’; (4) cet ’cat’; (5) conto’contoh’; (6) guha ’goa’; (7) jagong ’jagung’; (8) mantega ’mentega’; (9) ma ’ibu’. (10) babu ’pembantu’ (11) pilar ’tiang’; (13) pentilasi ’lubang hawa’; dan (14)papiliun ‘anjungan’.
  2. Kata kerja adalah kata yang menyatakan perbuatan, tindakan, atau gerakan. Beberapa kata kerja bahasa Aceh yang bersinonim dengan bahasa Sunda yaitu: (1)garo ’garuk’; (2) mabok ‘mabuk’; (3) meunang ’menang’; dan (4) sogok ’suap’.
  3. Kata penghubung adalah kata yang menghubungkan kata dengan kata, frasa dengan frasa, atau kalimat dengan kalimat. Kata penghubung bahasa Aceh yang bersinonim dengan bahasa Sunda yaitu (1) atawa ’atau; dan (2) sabab ’sebab’.
  4. Kata sifat adalah kata yang menyatakan sifat atau keadaan suatu benda. Kata sifat dalam bahasa Aceh juga ada yang bersinonim dengan bahasa Sunda, yaitu (1)sangsara ’sengsara’ dan (2) butak ’botak’.
Selain memiliki persamaan bentuk dan makna (bersinonim), terdapat juga kosakata bahasa Aceh dan bahasa Sunda yang berhomonim atau memiliki persamaan bentuk tetapi berbeda maknanya. Kehomoniman antara kosakata bahasa Aceh dengan bahasa Sunda dapat dilihat dari data kata berikut. (1) Awak dalam bahasa Aceh berarti ‘orang’; dalam bahasa Sunda berarti ‘tubuh’. (2) Beukah dalam bahasa Aceh berarti ‘robek/pecah’; dalam bahasa Sunda berarti ‘mengembang’. (3) Aki dalam bahasa Aceh berarti ‘kaki’; dalam bahasa Sunda berarti ‘kakek’. (4) Kueh dalam bahasa Aceh berarti ‘gali/menggali’; dalam bahasa Sunda berarti ‘kue’ (5) Bako dalam bahasa Aceh berarti ‘sangat ahli’; dalam bahasa Sunda berarti ‘tembakau’. (6) Bibi dalam bahasa Aceh berarti ‘bibir’; dalam bahasa sunda berarti ‘adik perempuan dari orang tua kita’. (7) Cabok dalam bahasa Aceh berarti ‘borok’; dalam bahasa Sunda berarti ‘tampar’. (8) Cabak dalam bahasa Aceh berarti ‘lasak/agesif’; dalam bahasa Sunda berarti ‘raba’. (9) Lila dalam bahasa Aceh berarti ‘ungu (warna)’; dalam bahasa Sunda berati ‘lama’. (10) dan (11) Galak dalam bahasa Aceh berarti ‘suka’; dalam bahasa Sunda berarti ‘buas’.
Dari segi penulisan dan pengucapan sebuah kata, bahasa Aceh memiliki persamaan dengan bahasa Sunda, yaitu persamaan dalam bunyi vokal rangkap /eu/ yang tidak terdapat dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa Aceh misalnya terdapat kata kaleuh ‘sudah’, keude ‘warung’, aneuk ‘anak’, ceudah ‘pintar’, dankeueung ‘pedas’. Sementara itu, contoh vokal rangkap /eu/ dalam bahasa Sunda misalnya deuleu ‘lihat’, kadieu ‘kesini’, beungeut ’muka’, ceuli ‘telinga’, dan seungit‘harum’.
Berdasarkan data tadi, jelas dapat dilihat bahwa beberapa kosa kata bahasa Aceh dan bahasa Sunda bersinonim, berhomonim, dan memiliki persamaan bunyi vokal rangkap /eu/. Penulis belum meneliti gejala tersebut apakah karena unsur kebetulan semata atau memang adanya hubungan kekerabatan yang sangat dekat antara bahasa Aceh dan bahasa Sunda. Namun, satu hal yang perlu diingat bahwa bahasa Aceh dan bahasa Sunda tergolong ke dalam rumpun bahasa austronesia. Bahasa Aceh dan bahasa Sunda termasuk dalam bagian bahasa-bahasa nusantara barat.
Walaupun beberapa kosakata bahasa Aceh dan bahasa Sunda memiliki persamaan, tetapi sistem pemakaiannya belum tentu sama karena setiap bahasa memiliki tatabahasa tersendiri. Satu hal yang penting yang patut kita banggakan adalah persamaan dan perbedaan bahasa daerah dapat memperkaya bahasa nasional. Selain itu, perbedaan bahasa antardaerah tidak akan menjadi sebuah masalah ketika berkomunikasi karena kita memiliki bahasa nasional dan bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia.